ID

Kalkulator diskon: harga akhir, hemat berapa, dan diskon bertingkat

Pilih apa yang Anda ketahui, lalu isi harga awal dan persentase diskon, atau harga awal dan harga setelah diskon. Kalkulator menampilkan harga akhir, penghematan, dan total diskon jika ada diskon tambahan.

Kalkulator diskon

Gunakan koma untuk desimal, misalnya 12,5.

Isi kolom lalu tekan Hitung. Kalkulator memerlukan JavaScript; penjelasan dan rumus di bawah selalu dapat dibaca.

Cara menghitung diskon

Diskon adalah potongan harga dalam persen. Harga setelah diskon didapat dengan mengalikan harga awal dengan sisa persentasenya. Diskon 30% berarti Anda membayar 70% dari harga.

harga setelah diskon = harga awal × (1 − diskon ÷ 100)
hemat = harga awal − harga setelah diskon

Jika Anda mengetahui harga awal dan harga setelah diskon, persentase diskonnya adalah (harga awal − harga baru) ÷ harga awal × 100. Pilihan kedua di kalkulator ini menghitung hal tersebut, sehingga Anda bisa memeriksa apakah label "diskon 30%" di toko memang benar.

Diskon bertingkat: 50% + 20% bukan 70%

Saat promo besar, toko online dan pusat perbelanjaan sering menawarkan diskon bertingkat, misalnya "diskon 50% + 20%". Diskon kedua dihitung dari harga yang sudah dipotong, bukan dari harga awal. Karena itu total diskonnya lebih kecil dari jumlah kedua angka:

total diskon = 1 − (1 − diskon 1) × (1 − diskon 2)

Untuk 50% + 20%: 1 − 0,5 × 0,8 = 0,6, jadi total diskonnya 60%, bukan 70%. Isi diskon kedua di kolom Diskon tambahan untuk menghitungnya secara otomatis.

Contoh perhitungan

SituasiHarga awalDiskonHarga akhirHemat
SepatuRp250.00030%Rp175.000Rp75.000
Sepatu dengan diskon tambahanRp250.00030% + 10%Rp157.500Rp92.500
Jaket saat promo besarRp1.500.00050% + 20%Rp600.000Rp900.000
KaosRp89.90025%Rp67.425Rp22.475

Langkah demi langkah untuk sepatu dengan diskon 30% + 10%: setelah diskon pertama, harga menjadi Rp250.000 × 0,7 = Rp175.000. Diskon tambahan 10% dihitung dari Rp175.000, jadi Rp17.500. Harga akhir Rp157.500, dan total diskonnya 37%, bukan 40%.

Contoh sebaliknya: harga coret Rp250.000 dan harga promo Rp175.000. Diskonnya (250.000 − 175.000) ÷ 250.000 × 100 = 30%.

Tips saat belanja promo

  • Bandingkan harga akhir, bukan persentase. Diskon 70% dari harga yang sudah dinaikkan bisa lebih mahal daripada diskon 20% di toko lain. Catat harga normal beberapa minggu sebelum promo.
  • Perhatikan batas maksimal. Voucher "diskon 50% maks. Rp25.000" hanya bernilai 50% untuk belanja sampai Rp50.000. Untuk belanja Rp200.000, diskon efektifnya hanya 12,5%.
  • Hitung ongkos kirim dan biaya layanan. Biaya tambahan di keranjang bisa menghapus sebagian penghematan.
  • Cashback bukan diskon langsung. Cashback berupa koin atau saldo biasanya baru bisa dipakai untuk transaksi berikutnya.
  • PPN biasanya sudah termasuk. Untuk konsumen, harga yang dipajang umumnya sudah termasuk PPN, sehingga diskon dihitung dari harga akhir. Jika perlu memisahkan pajak, gunakan kalkulator PPN.

Diskon dan harga coret: yang perlu diperhatikan

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen melarang pelaku usaha menawarkan barang dengan potongan harga yang tidak benar atau menyesatkan. Harga coret seharusnya adalah harga yang memang pernah berlaku. Jika Anda ragu, simpan tangkapan layar harga sebelum promo dan bandingkan dengan harga saat promo berlangsung. Banyak marketplace juga menampilkan riwayat harga atau label "harga terendah dalam 30 hari".

Untuk usaha kecil yang memberi diskon kepada pelanggan, hitung juga dampaknya pada margin. Jika margin kotor Anda 30% dan Anda memberi diskon 20%, sebagian besar keuntungan hilang: dari setiap Rp100.000 penjualan, keuntungan kotor turun dari Rp30.000 menjadi Rp10.000. Volume penjualan harus naik tiga kali lipat untuk mendapatkan keuntungan yang sama. Diskon bertingkat dan voucher gratis ongkir sebaiknya dihitung dengan cermat sebelum dipasang.

Kalkulator ini membulatkan hasil ke rupiah penuh. Untuk menghitung persentase lain di luar diskon, misalnya kenaikan harga atau komisi, gunakan kalkulator persen atau kalkulator perubahan persentase.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara menghitung harga setelah diskon?

Kalikan harga awal dengan (100 − diskon) ÷ 100. Diskon 30% dari Rp250.000: Rp250.000 × 0,7 = Rp175.000.

Berapa total diskon 50% + 20%?

60%. Setelah diskon 50%, Anda membayar setengah harga; diskon 20% dari sisa itu menurunkan harga menjadi 40% dari harga awal.

Bagaimana cara mengetahui persentase diskon dari dua harga?

Kurangi harga promo dari harga awal, bagi dengan harga awal, lalu kalikan 100. Dari Rp250.000 ke Rp175.000: 75.000 ÷ 250.000 × 100 = 30%.

Apakah urutan diskon bertingkat berpengaruh?

Tidak. 30% lalu 10% menghasilkan harga yang sama dengan 10% lalu 30%, karena faktornya dikalikan: 0,7 × 0,9 = 0,9 × 0,7 = 0,63.

Apakah diskon dihitung sebelum atau sesudah PPN?

Untuk konsumen, harga di toko umumnya sudah termasuk PPN, jadi diskon langsung mengurangi harga akhir. Dalam faktur antarpelaku usaha, diskon biasanya dikurangkan dulu, baru PPN dihitung dari harga setelah diskon.

Terakhir diperiksa: 06/10/2026. Hasil hanya berupa perkiraan untuk informasi.

Kalkulator terkait